Sebab aku cinta kau karena Engkau

0

Ada seorang akhwat yang dilahirkan dari 4 bersaudara, keluarga yang berbeda prinsip,dari kecil seorang akhwat di didik dengan agama yang begitu kuat dari ibu dan keluarga ibunya,sehingga dia punya dasar agama yang cukup kuat.tapi mungkin dulu pada saat dia kecil keharmonisan agama yang begitu kuat dia rasakan.
Perjalanan seorang akhwat ini dari kecil sampai dia besar,Allah selalu menguji dirinya dengan ujian yang terus menurus tanpa henti,dia tetap sabar menghadapi semuanya,dia hadapi dengan senyuman indah walaupun hatinya rapuh.sampailah dia berajak dewasa tapi ujian selalu menghampirinya,seorang akhwat ini hanyalah seorang insan biasa yang diberikan mahabbah pada seorang ikhwan,dalam hati kecilnya aku dia punya sebuah keinginan dikhitbah olehnya,ikatan yang halal buatnya,dia pengen berjuang dijalan Allah dengannya tapi apa daya dia tak berdaya,dia hanya berserah diri,dan biarkan mahabbahnya karena Allah,mungkin ada pengalaman pahit yang pernah dia alami tapi dia berjanji demi cintanya kepada Allah dia ingin bener-bener menghambakan dirinya untuk Allah,wanita yang sejati,walau dia berkata sambil linangan air mata yang dia teteskan,apa dia pantas mengimbangi keshalehanya?subhanaALLAH wanita itu mengkuatkan keimanananya,menegarkan ujian yang tak henti menghampirinya.SubhanaALLah.. Sebesar ombak dilautan dia tetap bertahan,sekencang angin menerjang dia tetap kuat,dan sekuat batu karang dia tegar.ujian yang diberikan membuat rapuh dan lemah bathinya,namun dengan keagungan Allah dia masih bertahan kuat tegar sampai sekarang,senyuman selalu dia tebarkan,dia merindukan lingkungan dengan keharmonisa agama yang sekarang dia tak merasakanya. Dalam hatinya berkata kuatkan aku,tegarkan aku,lapangkan aku dan sabarkan aku Ya Allah. Tapi dia tetap bersyukur matanya masih bisa melihat indah keagungan Allah,telinganya masih menengar alunan ayat-ayat yang dikumandangkan,dan mulutnya masih bisa melantunkan ayat suci al-qur’an,shalawat tas rasul,dzikir dan menyebut asma Allah,SubhanaALLAH..

 

~ Dinni. H.