^ UNGKAPAN TULUS ADE UNTUKMU KAKA ^

0

Di pelantara dunia yang mempesona… laksana embun pagi menyejukan jiwa,  begitulah gambaran persaudaran yang dalam naungan cinta Allah, begitu indah, harmonis dan bahagia dalam balutan kasih-Nya.

 

Persaudaran antara sang adik dan kaka, mereka adalah seorang muslimah. Sang adik yang masih belia sedangkan sang kaka yang telah beranjak dewasa Hari-hari mereka lewati bersama di gubuk yang sederhana namun begitu nyamannya bagi mereka. Sungguh persaudaran yang menjadi taulan untuk semua muslimah.

Pada suatu ketika sang adik ingin rasanya bisa mengungkapkan ungkapan dalam isi hatinya untuk sang kaka, namun baru kali ini ia akan mengungkapkannya, ia pun meminta waktu kepada kaka untuk bisa berbincang dengannya.

“ kaka dinda ingin berbincang denganmu bisa kah?” ucap sang adik. kakanya pun mengangguk dan mengucap “ bisa dinda apa sich yang enggak buat adeku ini, lagipula tak baik menyimpan belenggu dalam jiwamu dinda, maka ungkapkanlah belenggu dalam hatimu itu, apalagi sampai sterselip dalam belenggu itu adeku sayang.

“Apakah yang kan kau unggkapan dinda kepada kaka?” ujar sang kaka.

Di tempat yang nyaman, sejuk, di bawah pohon besar  yang rindang nan di iringi hembusan angin sepoy-sepoy menemani mereka. Sang adik pun menggungkapkan isi hatinya pada sang kaka.

Bismillahhirohmanirrohim………..

“ Kaka ”. Ujar sang adik

“ yah dinda, apa yang kan kau katakan? Ayolah katakanlah, kaka disini ada untukmu mendekatlah dalam buaian kaka dinda”. Ujar sang kaka dengan senyumannya

“  baiklah kaka. Duhai kakaku, sebenarnya dinda sudah lama mengagumi dirimu…

Kaka rasanya dinda ingin sepertimu…. Dinda amat menyanyagimu “. Ujar sang adik dengan senyum nan diiringi tetesan air mata yang tak sengaja nan menetes dengan sendirinya

Adiknya pun berkata  kembali : “ Dinda ingin sepertimu…. Sepertimu…. Wahai kakaku, sosok kepribadianmulah yang membuat dinda kagum padamu kaka”.

“ kaka, dirimu bukan saja cantik secara fisik, namun hatimu pun begitu cantik nan bercahaya.

Hatimu penuh dengan keikhlasan dan ketulusan yang begitu nampak memancar, dengan segala kelembutan hatimu lah yang senantiasa menjadi embun penyejuk buat diri sendiri, buat dinda, buat keluarga dan orang lain” . ujar sang adik

“ kaka, begitu kuat, tegar nan kokoh jiwa, hati nan dirimu. Saat dirimu merasa lemah sebagai insan kau begitu istiqomah, jika musibah dan ujian terus dan terus datang menerpamu kau masih ikhlas,tawakal dan sabar akan ketetapan-Nya, walaupun dinda tau sekuat hati kaka menguatkannya sampai butiran air mata yang kaka keluarkan mejadikan tegar dan kuatnyamu. Senyum tulus yang senantiasa kau tebarkan di segala penjuru, semangatmu yang senatiasa berkobar begitu besar seperi angin yang menyambar begitu kencangnya, kebesaran hatimu kau terapkan sebagai kunci akan segala cobaan dan ujian yang mengusik hatimu, keikhlasanmu kaka yang membuat dinda ngiri akan itu.”ujar sang adik

“ Aku ingin sepertimu… Aku ingin sepertimu…. Aku ingin sepertimu…. Sepertimu…sepertimu,  apakah dinda bisa? Tangisanmu senantisa kau bersimpuh dihariban sejadah cinta-Nya, sehingga tangismu adalah kuatmu nan lemahmu adalah tegarmu”.  ujar sang adik

Adik tak berhenti meluapkan isi hatinya yang sudah membelenggu dalam hati dan jiwanya sekian lama, namun kakanya hanya diam mendengarkan adenya sampai selesai meluapkan perasaanya.

Adik berkata  : “ kau tak henti-hentinya memperhatikan muslimah yang lain. wahai kakaku, kau adalah wanita shalehah yaitu seorang akhwat sejati yang tegar,kuat,kokoh nan penuh kelembutan pantas saja bukan hanya dinda yang mengagumimu melainkan kau adalah mampu menjadi sumber inspirasi semua muslimah…. Emmmm kaka dinda ingin sepertimu. Sungguh beruntung orang yang akan mendapatkanmu kelak wahai kakaku, begitu tulus hatimu seperti sang matahari memancar dengan penuh ketulusan sehinnga ketulusan itu menjadi manfaat buat semua orang, kau adalah suni tauladan buatku, aku ingin sepertimu…… sosok wanita shalehah yang tangguh,kuat,kokoh nan penuh kelembutan itulah keperibadianmu wahai kakaku sayang. Dinda begitu sayang padamu kaka… dinda sayang kaka”.

“ AKU INGIN SEPERTIMU DAN AKU AMAT MENYAYANGIMU KAKA ”. ujar sang adik

Sang kaka pun mendengar ungkapan adiknya tiba-tiba berbicara sepeti itu yang sama sekali tidak terbesit dalam hati sang kaka, sampai ia tak mampu tuk berkata-kata,dan kata apa yang akan dijawab, hingga tetes demi tetes mengalir di kedua matanya, linangan air mata pun menjadi peraduan hatinya. Rasa haru telah menyelimuti hati sang kaka.

Hingga kata yang terucap dari mulut sang kaka adalah “SUBHANAALLAH YA ALLAH” sambil linangan air mata menjadi berandanya.

“Sukron dinda……” ujar sang kaka

Sang kaka pun langsung mendekap dan memeluk erat adiknya sambil tak kuasa membendung rasa harunya, dan adiknya pun langsung berada dalam buaian dekapan sang kaka, mereka tak kuasa tuk tidak mengeluarkan butiran-butiran air mata yang terus menetes mengiring ungkapan sang adik. Ketulusan hati yang tak mampu tuk di bendung lagi.

Duhai dinda ada suatu pengharapan kaka kepadamu… Dinda jadilah dirimu sendiri, yakinlah dirimu bisa menjadi akwat sejati yaitu wanita shalehah yang lebih baik dari pada kaka, tetaplah optimis akan segala kerendahan hati, istiqomah lah selalu di jalanNYA…. Hamasah adeku sayang  !!!!

Teruslah berjuang wahai adeku sebagai penerus generasi muslimah kelak dan jadilah embun penyejuk bagi diri sendiri dan orang lain. Percayalah Allah kan senantiasa mengiringi di setiap langkahmu serta do’a kakapun kan selalu menyertaimu.

Dan ingatlah segalanya butuh proses…….!!!!!

 

“ MAN JADDA WAJADA”

 

I lov u coz of Allah…J

 

 

 

 

 

 

NB : kupersembahkan goresan tulisanku yang tertuah ini untukmu ” DIEN SRI PUSPITA DEWI ”

 

~ Dinni. H.

 

Iklan